Minggu, 10 April 2016

Konsep Kepribadian, Kepribadian Sehat, dan Perembangan Kesehatan Mental Menurut Fromm

§  Perkembangan kesehatan mental menurut Fromm
      Karena hidup dengan keluarga yang neurotis dan mengalami peristiwa-peristiwa yang irasional seperti saat Perang Dunia I. Fromm akhirnya mengembangkan ilmu mengenai kodrat manusia dan perilaku yang irasional. Hingga akhirnya ia mengeluarkan teori bahwa kepribadian manusia dipengaruhi oleh kekuatan-keuatan sosial pada masa kanak-kanak dan kekuatan-kekuatan historis yang mempengaruhi perkembangan manusia. Untuk itu dalam mendalami kepribadian seseorang kita harus mengetahui kodratnya dari segi kekuatan sosial masa kanak-kanak dan kekuatan historisnya. Hingga akhirnya diagnosa mengenai kepribadian orang tersebut sehat atau tidak ditentukan oleh kebudayaan yang membantu atau malah menghambat perkembangan manusia yang positif tersebut. 

§  Yang dimaksud kepribadian sehat menurut Fromm
     Menurut Fromm kepribadian sehat adalah kepribadian yang produktif. Mereka memuaskan kebutuhan-kebutuhan psikologis secara kreatif dan produktif, sedangkan orang sakit  memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan cara irasional. Orang yang memiliki kepribadian sehat mencintai sepenuhnya, kreatif, memiliki kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara objektif, memiliki identitas yang kuat, bebas dan menjadi pelaku diri sendiri. Dengan kata lain manusia yang sehat lebih mampu menemukan cara yang tepat untuk dapat menyesuaikan diri dan memmenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Menurut fromm ada 5 kebutuhan yang berasal dari aspek kebebasan dan keamanan, yaitu:
1.       Hubungan
2.       Transendensi
3.       Berakar
4.       Perasaan identitas
5.       Kerangka orientasi
Selain itu menurut Fromm kepribadian sehat memilik 4 segi tambahan, yaitu cinta yang produktif, pikiran yang produktif, kebahagian dan suara hati. 

§  Konsep kepribadian menurut Fromm
      Menurut Fromm untuk dapat mengerti kepribadian manusia kita harus memahami sejarah manusia itu terlebih dahulu. Manusia memiliki perbedaan dengan hewan dimana sudah tidak memiliki kesatuan dengan alam dan tidak memiliki insting, namun manusia memiliki kemampuan bernalar. Fromm melihat kepribadian sebagai bentuk kebudayaan, dan percaya bahwa kesehatan jiwa didefinisikan sebagai cara masyarakat menyesuaikan diri dengan  kebutuhan-kebutuhan individu

   Daftar Pustaka:
   Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: PT. Kanisius
   Feist, J & Feist, G. (2010). Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika

Konsep Kepribadian, Kepribadian Sehat dan Perkembangan Kesehatan Mental Menurut Rogers

§  Perkembangan kesehatan mental menurut Rogers
     Rogers mengembangkan suatu metode baru yaitu client-centred therapy, dimana metode tersebut menempatkan tanggung jawab utama terhadap perubahan kepribadian pada pasien, bukan pada ahli terapi. Metode tersebut mengganggap bahwa individu yang mengalami gangguan memiliki tingkat kesadaran tertentu yang berbeda dengan orang sehat. Rogers juga percaya bahwa manusia dibimbing atau dipengaruhi oleh perssepsi sadar mereka, bukan oleh persepsi-persepsi tak sadar seperti yang dikemukakan Freud. Namun ia juga mengakui bahwa pengalaman masa lalu dapat mempengaruhi cara manusia berfikir dan memandang dunia. 

§  Yang dimaksud kepribadian sehat menurut Rogers
      Kepribadian yang sehat adalah kepribadian yang dapat mengaktualisasikan diri atau orang yang berfungsi sepenuhnya. Rogers mengatakan bahwa kepribadian yang sehat adalah suatu proses, bukan keadaan yang ada. Mereka tidak bersembunyi dibalik topeng-topeng kepalsuan, mengikuti petunjuk-petunjuk orang lain, melainkan bebas dari harapan-harapan dan rintangan oraang lain, mereka telah mengatasi aturan-aturan ini. Selain itu orang memiliki kepribadian sehat Rogers nilai mampu menyesuaikan diri dan mampu bertahan terhadap perubahan-perubahan yang drastis dalam kondisi-kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan sekalipun.
Menurut Rogers ada 5 sifat orang yang berfungsi sepenuhnya, yaitu:
1.       Keterbukaan pada pengalaman
2.       Kehidupan eksistensial
3.       Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
4.       Perasaan bebas
5.    Kreativitas

§  Konsep kepribadian menurut Rogers
      Konsep kepribadian menurut Rogers (Rogers dalam Corsini, 2011) mengacu pada 19 pokok pikiran tentang kepribadian, yaitu:
1.       Semua individu (organisme) berada di dunia pengalaman yang terus berubah
2.     Individu bereaksi terhadap perubahan fenomena sebagaimana hal tersebut dirasakan atau dipersepsikan
3.       Organisme bereaksi sebagai satu unit yang utuh terhadap bidang fenomena
4.   Individu memiliki kecenderungan dan upaya untuk mengaktualisasikan, menjaga dan memelihara status sebagai organisme yang terus memberikan makna atas pengalaman
5.       Beberapa bagian dari keseluruhan ruang yang dipersepsi secara bertahap akan dipisahkan dan menjadi sesuatu yang disebut diri (self).
6.       Sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan –dan lingkungan sebagiannya adalah hasil interaksi dengan individu lain– self terbentuk, cair tapi konsisten pada persepsi tentang karakteristik  dan hubungan antara aku (I sebagai subyek) dan aku lian (me sebagai obyek) bersama dengan pelbagai nilai yang terselip pada konsep-konsep tersebut.
7.  Sudut pandang terbaik untuk memahami kepribadian subyek tertentu mengacu pada kerangka yang mengacu langsung kepada individu
8.  Perilaku secara prinsipil merupakan upaya yang diarahkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan sebagai sesuatu yang dialami pada ruang pengalaman langsung yang dipersepsi
9.       Emosi menyertai dan memfasilitasi tujuan yang mengarahkan perilaku. Sementara bentuk emosi berhubungan dengan jenis perilaku yang dianggap berpengaruh untuk mempertahankan keberadaan individu
10.  Nilai melekat pada pengalaman, sementara nilai menjadi bagian langsung dari struktur diri (self) dan nilai-nilai yang merupakan bagian dari struktur diri.
11.   Pengalaman yang terjadi dalam kehidupan individu beroperasi dengan cara:
a.       Disimbolkan, dirasakan dan disusun dalam beberapa hubungan langsung dengan diri
b.  Diabaikan karena tidak ada hubungan yang dirasakan secara langsung  pada struktur diri (self)
c.       Indvidu menolak simbolisasi pengalaman karena tidak konsisten dengan struktur diri (self) tersebut.
12.   Hampir seluruh model perilaku yang diterima oleh individu adalah bentuk yang sesuai dan konsisten dengan konsep diri.
13. Perilaku dapat disebabkan oleh pengalaman organik dan kebutuhan yang belum disimbolisasikan pada self. 
14.   Penyesuaian psikologis  terjadi apabila ketika konsep diri,  seperti pengalaman viseral dan sensorik berasimilasi pada tingkat simbolis ke dalam hubungan yang konsisten dengan konsep diri pada individu
15.   Kegagalan menyesuaikan diri secara psikologis ada terjadi apabila individu menyangkal pengalaman sensoris dan viseral. Akibatnya pengalaman tersebut tidak tersimbolisasikan and tertata pada struktur kepribadian. Situasi ini menyebabkan ketegangan atau potensi ketegangan psikologis.
16. Berbagai pengalaman yang tidak sesuai dengan struktur kepribadian individu dinilai sebagai ancaman. Sikap ini dimunculkan untuk mempertahankan situasi kepribadian atau self itu sendiri.
17. Self, pada situasi tertentu akan mengevaluasi pengalaman yang tidak konsisten dengan struktur kepribadian. Penilaian terhadap pengalaman tersebut akan direvisi. Hal ini terjadi apabila pengalaman yang tidak sesuai tersebut muncul dengan tidak menimbulkan ancaman atas struktur self itu sendiri.
18. Ketika pengalaman sensoris tertentu diterima dan dipersepsi lalu disatukan ke dalam satuan sistem kepribadian, maka kecenderungan lain yang muncul adalah self akan lebih memahami keberadaan sesuatu yang lian dan memahami keberadaan individu lain sebagai yang terpisah dari dirinya
19.  Karena individu memiliki sistem untuk mempersepsi dan menerima berbagai pengalaman ke dalam struktur kepribadian, maka ia akan menyadari telah mengganti atau memperbaharui nilai-nilai terkini. Perubahan tersebut secara intensif mengacu pada  kecenderungan introyeksi yang telah disimbolisasikan secara terdistorsi atau tersesuaikan melalui sebuah proses penilaian yang berkelanjutan pada individu

Daftar Pustaka:
Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: PT. Kanisius
Feist, J & Feist, G. (2010). Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika

Konsep Kepribadian, Kepribadian Sehat dan Kesehatan Mental Menurut Maslow

   Perkembangan kesehatan mental menurut Maslow
     Maslow sangat tertarik dengan potensi yang ada pada manusia, untuk itu ia terlibat dalam gerakan potensi manusia. Dalam mengembangkan teori mengenai potensi yang ada manusia, ia percaya bahwa untuk menyelidiki atau melakukan penelitian tersebut kita harus menelti manusia yang sehat (berbeda dengan freud). Menurutnya cukup dengan mempelajari kepribadian-kepribadian manusia yang sehat kita dapat melihat seberapa jauh potensi dan kapasitas manusia tersebut dapat dikembangkan. Maslow optimis bahwa jumlah manusia ideal yang dapat mengaktualisasikan diri lebih banyak daripada yang tidak bisa mengaktualisasikan dirinya. Ia juga percaya bahwa meskipun manusia dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak, namun manusia tetap bisa memperbaikinya dengan potensi-potensi yang ada dalam dirinya.

§       Yang dimaksud kepribadian sehat menurut Maslow
     Yang dimaksud kepribadian sehat menurut Maslow adalah kepribadian yang dapat mengaktualisasikan diri. Untuk dapat beraktualisasi seseorang harus dapat memenuhi persyaratan, yaitu:
1.       Kebutuhan Fisiologis
2.       Kebutuhan Rasa Aman
3.       Kebutuhan Cinta
4.       Kebutuhan Penghargaan.  
5.  Setelah semua kebutuhan-kebutuhan tersebut terpenuhi barulah seseeorang dapat memenuhi Kebutuhan Aktualisasi Diri.
Untuk dapat mengaktualisasikan diri, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi seperti bebas dari psikopatologi / penyakit psikologis, telah menyelesaikan kebutuhan-kebutuhan psikologis sebelumnya (fisiologis, rasa aman, cinta, dan penghargaan), menjunjung nilai-nillai kejujuran, keindahan, keadilan, kesederhanan. Dan yang terakhir adalah dapat menggunakan kemampuan, bakat dan potensinya dengan baik.
Seseorang yang memiliki kepribadian sehat menurut Maslow adalah seseorang yang dapat mengaktualisasikan dirinya, berikut ini ada beberapa kriteria orang-orang yang dapat mengaktualisasikan dirinya / berkepribadian sehat menurut Maslow:
1.       Memiliki persepsi yang tepat akan realitas
2.       Penerimaan diri dan orang lain yang baik
3.       Spontan, sederhana dan alami
4.       Berpusat pada masalah diluar diri mereka
5.       Memiliki kebutuhan privasi yang baik
6.       Mandiri
7.       Menghargai hal-hal baru
8.       Pengalaman puncak
9.       Hubungan interpersonal yang baik
10.   Memiliki kreativitas
11. Memiliki rasa humor yang baik, dll

§  Konsep kepribadian menurut Maslow
     
Menurut Maslow kepribadian seseorang akan terus-menerus termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan dan manusia memiliki potensi untuk terus berkembang menuju kesehatan psikologis, kebutuhan psikologis tersebut menurut Maslow adalah Kebutuhan Beraktualisasi Diri.


   Daftar Pustaka:
   Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: PT. Kanisius
   Feist, J & Feist, G. (2010). Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika

Konsep Kepribadian, Kepribadian Sehat dan Perkembangan Kesehatan Mental Menurut Allport

  Perkembangan kesehatan mental menurut Allpot
     Allport memiliki kepercayaan yang berbeda dari Freud, menurutnya kepribadian dewasa merupakan fungsi dari masa sekarang dan masa yang akan datang, bukan berdasarkan masa lalu. Namun ia menjelaskan beberapa perbedaan pengalaman anak-anak neurotis dengan anak-anak normal. Ia memperhatikan hubungan bayi-orang tua dalam hal keamanan dan kasih sayang, dimana anak-anak yang mendapatkan keamanan dan kasih sayang yang baik akan tumbuh dengan kepribadian positif dan akan menjadi orang dewasa yang sehat dan matang. Sedangkan anak-anak dengan hubungan bayi-orang tua yang kurang baik dalam hal keamanan dan kasih sayang akan menjadi pribadi yang agresif, suka menuntut, dan iri hati.
    Meskipun begitu Allport tidak memberikan gambaran yang jelas mengenai pertanyaan apakah anak-anak dengan hubungan bayi-orang tua yang kurang baik akan terus berkembang menjadi pribadi neorotis atau dapat diperbaiki dengan adanya hubungan yang baik  dengan orang lain seperti guru, saudara dan pasangan. Hal tersebut karena Allport tidak begitu tertarik dengan kepribadian neoritis, melainkan lebih fokus pada kepribadian sehat. 
   Yang dimaksud kepribadian sehat menurut Allport
      Menurut Allport kepribadian sehat adalah kepribadian yang matang. Dikatakan bahwa untuk mencapai kondisi yang matang itu melalui proses hidup yang disebutnya dengan proses becoming. Kepribadian yang matang ini memiliki beberapa kriteria menurut Allport, yaitu:
1.       Perluasan perasaan diri
      Saat seseorang telah menjadi matang, ia akan berfokus pada hal-hal diluar dirinya, namun hal tersebut tidaklah cukup. Ia harus langsung ikut berpartisipasi dalam fokus diluar dirinya tersebut. Semakin ia terlibat dalam aktivitas tersebut semakain sehat secara psikologis.
2.       Hubungan diri yang hangat dengan orang lain
Ada dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain meurut Allport, yaitu:
-          Keintiman
Orang yang sehat secara psikologis akan mampu memperlihatkan keintiman dengan orang lain, baik dengan orangtua, saudara maupun pasangan. Hal itu merupakan bentuk perluasan diri yang baik.
-          Kapasitas perasaan terharu
Orang yang sehat secara psikologis memiliki kapasitas untuk dapat memahami penderitaan atau kesakitan orang lain (berempati).
3.       Keamanan emosional
Seseorang yang sehat secara psikologis dikatakan mampu menerima diri apa adanya, termasuk kelemahannya tanpa menyerah secara pasif atas kekuranganya tersebut. Orang yang sehat juga dikatakan dapat mengontrol emosinya dengan baik.
4.       Persepsi realitas
Orang yang sehat akan memandang dunia secara objektif, mereka menerima realitas apa adanya tanpa percaya bahwa orang-orang sekitarnya adalah jahat ataupun baik.
5.       Keterampilan-keterampilan dan tugas-tugas
Pekerjaan dan tugas membuat hidup bersifat kontinuitas. Kematangan dan kesehatan psikologis dapat diambil dari melakukan tugas atau pekerjaan yang menuntut komitmen, tanggung jawab dan dedikasi.
6.       Pemahaman diri
Pribadi yang sehat mencapai tingkat pemahaman diri yang lebih tinggi daripada orang-orang yang neurotis. Pemahaman tentang hubungan/perbedaan keadaan antara diri orang lain dengan dirinya sangat penting. Semakin paham seseorang tentang pandangan tersebut semakin matang kepribadiannya. 
7.       Filsafat hidup yang mempersatukan
Kepribadian yang sehat memiiliki kemampuan lebih dalam memandang ke depan dan mempunyai tujuan yang jelas.

Konsep Kepribadian Menurut Allport
Menurut Allport kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan caranya yang khas untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dengan kata lain kepribadian menurut Allport adalah hal yang mencangkup sistem fisik maupun psikologis, termasuk perilaku yang dapat kita lihat dan yang tidak dapat kita lihat, serta bukan hanya seseuatu tapi juga melakukan sesuatu (aktif).


      Daftar Pustaka:
      Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: PT. Kanisius
      Feist, J & Feist, G. (2010). Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika

Senin, 21 Maret 2016

Aliran-Aliran Psikologi dan Hubungannya Dengan Kesehatan Mental

           Aliran Psikologi Humanistik
     Psikologi Humanistik merupakan salah satu aliran psikologi yang dicetuskan oleh Abraham Maslow, dimana paham ini mengutamakan manusia sebagai makhluk keseluruhan, dan tidak setuju dengan pendekatan-pendekatan lain yang memandang manusia hanya dari salah satu aspek saja. Menurut psikologi humanistik ini manusia harus dilihat sebagai totalitas yang unik dan kreatif, yang mengandung segala aspek dalam dirinya dan selalu berproses untuk menjadi dirinya sendiri (aktualisasi diri), dikendalikan oleh dirinya sendiri bukan pada kekuatan-kekuatan ketidaksadaran. Aliran ini menekankan kehendak bebas, pertumbuhan pribadi, kegembiraan, kemampuan untuk pulih kembali setelah mengalami ketidakbahagiaan, serta keberhasilan dalam merealisasikan potensi manusia. Tujuan psikologi humanistik ini adalah membantu manusia mengekspresikan dirinya secara kreatif, merealisasikan potensinya secara utuh, dan mendorong potensi-potensi yang baik pada diri seseorang dalam proses aktualisasi diri. 
    Kaitannya dengan kesehatan mental: Melihat konsep umum psikologi humanistik di atas, maka dapat kita kaitkan hal tersebut dengan kesehatan mental. Bahwa kepribadian yang sehat menurut psikologi humanistik ini menuntut individu untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya sendiri, bukan hanya mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu, namun juga memberanikan diri untuk belajar mengenai suatu pola yang baik sehingga dapat menghasilkan respon individu yang bersifat aktif untuk dirinya sendiri. Ciri kepribadian sehat yang berkaitan dengan konsep psikologi humanistik adalah dapat mengaktualisasikan diri, hal tersebut bukanlah respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu, melainkan individu yang mampu mengedepankan keunikan dalam pribadinya, karena pada dasarnya setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk mempertimbangkan segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Selain itu menurut Abraham Maslow, manusia harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam hidupnya. Mulai dari kebutuhan fisiologis hingga kebutuhan untuk beraktualisasi. Lebih jelasnya lagi adalah sebagai berikut:
      1)    Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
      2)    Kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs / the security needs)
      3)    Kebutuhan rasacinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
      4)    Kebutuhan akan penghargaan diri (the self-esteem needs)
      5)    Kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)
    Kebutuhan-kebutuhan tersebut dikatakan berhierarki karena kebutuhan yang lebih tinggi menuntut dipenuhi apabila kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah sudah dipenuhi. Berkaitan dengan tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa salah satu ciri kepribadian yang sehat menurut psikologi humanistik ini adalah dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya, mulai dari kebutuhan fisiologis hingga kebutuhan beraktualisasi. 


      Aliran Psikoanalisa
     Psikoanalisa adalah salah satu aliran psikologi yang dicetuskan oleh Sigmund Freud. Menurut Freud pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan merupakan sumber perilaku yang tidak normal/menyimpang. Dalam psikoanalisa ini freud menjelaskan beberapa hal penting, seperti Kesadaran, Ketidaksadaran, dan Prasadar. Freud juga mempunyai pandangan bahwa kepribadian yang terdiri dari ID, Ego, dan SuperEgo. Selain itu ia juga menjelaskan apa itu Insting dan Kecemasan. Pandangan lain Freud yang tidak kalah penting adalah mengenai mekanisme pertahanan (defence mechanism). Lebih jelasnya lagi mengenai pandangan Freud adalah sebagai berikut:
     Kesadaran dan Ketidaksadaran: Kesadaran diibaratkan sebagai permukaan gunung es yang nampak. Dengan arti bahwa kesadaran merupakan bagian kecil dari kepribadian. Ketidaksadaran yang merupakan bagian dari gunung es di bawah permukaan air yang mengandung insting-insting dan mendorong perilaku manusia. Selain itu menurut Freud ada bagian lain selain Kesadaran dan Ketidaksadaran yaitu Prasadar. Dalam prasadar (preconscius ) stimulus-stimulus belum direpres, sehingga dapat dengan mudah ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Selanjutnya Freud mempunyai pandangan bahwa kepribadian terdiri dari Id, Ego dan SuperEgo. Id merupakan bagian paling primitif dari kepribadian dimana mengandung insting seksual dan insting agresif. Id disebut sebagai prinsip kenikmatan (pleasure principle), Ego disebut prinsip realita (reality principle), sedangkan SuperEgo disebut prinsip moral (morality principle)
     Insting dan kecemasan: Freud menyatakan insting terdiri dari insting untuk hidup (life instinct) dan insting untuk mati (death instinct). Life instinct mencangkup lapar, haus dan seks, ini merupakan kekuatan kreatif dan oleh Freud disebut Libido. Sedangkan death instinct merupakan kekuatan deskriptif. Hal ini dapat ditunjukan pada diri sendiri, yaitu dengan cara menyakiti diri sendiri atau bunuh diri atau mungkin juga ditujukan keluar dalam bentuk agresi.
      Mekanisme pertahanan (defence mechanism):Mekanime pertahanan ini bertujuan untuk menyalurkan dorongan-dorongan primitif yang tidak dapat dibenarkan oleh super ego dan ego. Mekanisme pertahanan ini berfungsi untuk melindungi super ego dan ego dari ancaman dorongan primitif yang mendesak terus karena tidak diijinkan muncul oleh super ego. Sembilan mekanisme pertahanan yang dikemukakan oleh Freud adalah: Represi, pembentukan reaksi, proyeksi, displacement, rasionalisasi, supresi, sublimasi, kompensasi, dan regresi.
     Kaitannya dengan kesehatan mental: Melihat konsep aliran psikoanalisa diatas, dapat kita kaitkan konsep tersebut dengan kesehatan mental, dimana pribadi yang sehat adalah pribadi yang dapat melakukan penyeimbangan antara id dan ego. Dalam hal ini fungsi ego diharapkan dapat berjalan sebagaimana mestinya, tidak di kuasai penuh oleh id, dengan juga mempertimbangkan super ego, sehingga dapat berpikir dan berperilaku dengan baik.
      Selain itu kepribadian yang sehat berkaitan dengan aliran psikoanalisa di atas adalah:
      1. Jika individu bergerak menurut pola perkembangan ilmiah.
      2. Memiliki kemampuan yang baik dalam mengatasi kecemasan dan tekanan
      3. Mental yang sehat ialah yang seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan superego.
      4. Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya.
      5. Dapat menyesuaikan keadaan dengan berbagai dorongan dan tekanan.


Daftar Pustaka:
      Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universiatas Gunadarma
   Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan Model-model Kapribadian Sehat. Yogyakarta : Kanisius
       
      
      

Selasa, 08 Maret 2016

[TUGAS 1] Konsep Sehat dari 5 Dimensi (Intelektual, Emosi, Sosial, Fisik dan Spiritual)

Berbicara mengenai konsep sehat sendiri memiliki beberapa pengertian, secara umum sehat adalah suatu kondisi dimana seseorang berada dalam keadaan baik dari berbagai segi atau semua aspek, baik fisik, sosial, intelektual, emosional dan spritual. Menurut WHO (1947) sehat adalah keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Seseorang dikatakan sehat jika ia memiliki tubuh jasmaniah yang sehat, tidak berpenyakit, gizi yang baik, psike/jiwa yang tenang, tidak gelisah, mempunyai kedudukan sosial yang baik, mempunyai kehidupan dan rumah berlindung, serta dihargai sebagai manusia. Sedangkan menurut UU No.23 1992 tentang Kesehatan disebutkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Berikut merupakan konsep sehat dilihat dari dimensi intelektual, emosi, sosial, fisik dan spiritual:
·         Intelektual
Dari dimensi intelektual, seseorang dapat dikatakan sehat apabila memiliki kecerdasan yang baik dalam melihat realitas dan memiliki nalar yang baik dalam memecahkan masalah serta dalam mengambil suatu keputusan. Sehat secara intelektual juga berarti mampu belajar, tumbuh, dan berkembang dengan baik dalam beradaptasi dalam suatu perubahan, hal tersebut meliputi cara ia berpikir, logika, pertimbangan, pemahaman dan wawasannya.
·         Emosi
Dari dismensi emosi, seseorang masuk dalam ketagori sehat apabila ia memiliki kestabilan dalam hal mengontrol emosi dan mengekspresikan perasaan dengan tepat dan tidak berlebihan. Dengan begitu seseorang diharapkan dapat berperilaku dengan baik.
·         Sosial
Dari dimensi sosial, sehat adalah jika seseorang mampu berinteraksi, berhubungan dan bekerjasama dengan lingkungan sekitarnya. Hal tersebut terwujud saat seseorang dapat berinteraksi dengan baik dengan orang lain tanpa membedakan asal suku, ras, agama, status sosial ataupun hal lainnya. Kesehatan sosial menurut UU No.9 pasal 3 adalah kemampuan untuk memelihara dan memajukan kehidupan pribadi dan keluarganya sehingga memungkinkan bekerja, beristirahat dan menikmati hiburan pada waktunya. Selain itu kesehatan sosial juga dapat dilihat dari kemampuan seseorang membuat dan mempertahankan hubungan dengan orang lain, serta perilakunya dalam masyarakat.
·         Fisik
Dari dimensi fisik, seseorang dikatakan sehat apabila ia normal, tidak cacat, tidak mudah terjangkit penyakit, dan tidak kurang suatu apapun dari sisi fisik/fisiologis. Hal tersebut terwujud saat seseorang tidak merasa, mengeluh dan tampak sakit atau mengalami gangguan serta seluruh organ tubuhnya pun berfungsi normal. Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat dari dimensi fisik, biasanya digambarkan dengan sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak bau, memiliki selera makan baik, tidur yang nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuhnya berjalan baik.
·         Spiritual
Sedangkan sehat dari dimensi spiritual adalah saat seseorang memiliki ketenangan diri, kejernihan berfikir, dan kedamaian hati. Dengan begitu seseorang dapat berpikir rasional dan tidak akan melakukan hal-hal diluar batas kewajaran. Salah satu perilaku yang mencerminkan sehat secara spiritual adalah bagaimana cara seseorang bersyukur, memuji, beribadah, dan menaati aturan-aturan dari Tuhan nya.

Daftar Pustaka:

Kamis, 25 Februari 2016

Manusia dan Cinta Kasih

MANUSIA DAN CINTA KASIH

Pengertian Cinta Kasih
            Menurut KBBI karya W.J.S Poerwadanita, cinta merupakan rasa sangat suka atau sayang atau sangat kasih ataupun sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta atau menaruh belas kasihan. Jadi, cinta kasih diartikan sebagai persaan suka atau sayang kepada seseorang yang disertai oleh rasa belas kasihan.
            Cinta kasih mengandung arti yang hampir sama, namun ada perbedaan pada keduanya. Pengertian cinta lebih mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih bagaimana persaan keluar, dengan kata lain berasal dari cinta lah kasih sayang diwujudkan secara nyata. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu: Pengasuhan, Tanggung Jawab, Perhatian dan Pengenalan. Dengan keempat unsur tersebut cita dapat dibina dengan baik.
            Menurut DR. Sarlito W Sarwono cinta memiliki tiga unsur, yaitu: Keterkaitan, Keintiman, dan Kemesraan. Yang dimaksud dengan keterkaitan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, dia meruapakan prioritas utama. Keintiman adalah kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi. Unsur ketiga adalah Kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membela dan dibela, rasa kangen apabila lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang. DR. Sarlito W Sarwono juga mengatakan bahwa ketiga unsur terrsebut sebenarnya tidak memiliki kekuatan yang sama, Tekadang ada keterkaitan yang kuat namun terdapat keintiman dan kemesraannya kurang. Ada juga yang memilikikemesraan yang sangat bergejolak tetapi unsur keintiman dan keterkaitannya kuran. Cinta yang seperti itu disebut cinta yang pincang karena jika diibaratkan segitiga, segitiga yang dimiliki tidak sama sisi.
            Pengertian cinta juga diungkapkan oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan dalam bukunya yang berjudul manajemen cinta, menurutnya cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, kasih sayang, dan lembut.

CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
Dalam kitab suci Al-Quran ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki 3 tingkatan, yiatu: tinggi, menengah dan rendah. Cinta tingkat tertinggi adalah kepada Allah SWT, Rasulullah dan jihad dijalan Allah. Cinta menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, istri/suami, saudara, kerabat. Cinta teredah adalah cinta yang lebih mengutamakan harta. Cinta digolongkan menjadi berbagai macam seperti yang disebutkan dalam kitab suci Al-Quran.
      1.      Cinta Diri
    Cinta diri erat kaitannya dengan menjaga diri dan mendatangkan kebaikan bagi dirinya. Diantara gejala cinta manusia pada dirinya sendiri ialah kecintaan kepada hartanya. Harta yang dapat merealisasikan keiinginan dan memudahkan dirinya untuk mencapai kesenangan hidup. (QS. Al-Adiyat 100:8). Dan juga permohonan untuk selalu dikarunia harta, kesehatan dan segala kebaikan dan kenikmatan hidup lainnya sehingga apabila ia tertimpa musibah ia merasa putus asa dan mengiira dirinya tidak akan bisa memperoleh karunia lagi. (QS. Fuslihat 41:49)
      2.      Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar mausia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan ia harus menyeimbangkan cinta kepada diri senidir dengan cinta kepada sesamanya. Allah menyukai orang yang tidak berlebih-lebihan cita kepada dirinya sendiri dan kepada orang yang berusaha melepaskan diri dari gejala gejala itu melalui iman, shalat dan zakat. Dalam Al-Quran juga diserukan kepada orang-orang beriman agar salig mencintai.
      3.      Cinta Kepada Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan sekseual, sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami istri.
“Dan diantara tand-tanda kekuasaan-Nya ialah yang menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tentram dan dijadikan-Nya di antaramu kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berfikir.” (QS. Ar-rum 30:21).
Cinta seksual merupakan emosi yang alamiah dalam diri manusia yang tidak bisa dipungkiri. Yang diserukan islam adalah pengendalian dan penguasaan cinta ini lewat pemenuhan dorongan tersebut dengan cara yang sah, yaitu dengan perkawinan.
      4.      Cinta Kebapakan
Cinta bapak kepada anaknya adalah sumber kesenangan, kegembiraan, kesenangan dan kebanggan baginya. Hal tsb juga merupakan faktor penting bagi kelangsugan peran bapak dalam kehidupan dan bagaimana ia dikenang ketika sudah meninggal nanti. Cinta kebapkan dalam Al-Qurandiisyaratkan dalam kisah nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya tampak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasihan untuk ikut naik ke parahu agar tidak ditelan ombak. Biasanya cinta kebapakan nakpak dalam perhatian, asuhan, nasehat dan pengarahan yang diberikan untuk kebaikan mereka dan anaknya sendiri.
      5.      Cinta Kepada Allah
Cinta manusia yang paling puncak, bening, jernih dan spiritual adalah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Cinta yang ikhlas dari manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengajarkannya dalam kehidupannya.
      6.      Cinta Kepada Rasul
Cinta kepada rasul yang di utus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta menduduki peringkat ke dua setelah cinta kepada Allah. Ini karena rasul merupakan ideal yang sempurna bagi manusia baik moral, tingkah laku, maupun berbagai sifat luhur lainya.

Kasih Sayang
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadamita kasih sayang adalah perasaaan sayang, perasaan cinta, atau perasaan suka pada seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak dari masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian dan saling terbuka sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.  Adanya kasih sayang dalam keluarga berpengaruh pada erkembangan anak.Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan menjadi:
      1)      Orang tua bersifat aktif, anak bersifat pasif
      2)      Orang tua bersifat pasif, anak bersifat aktif
      3)      Orang tua bersifat pasif, anak bersifat pasif
      4)      Orang tua bersifat aktf, anak bersifat aktif
Ada bermacam-macam kasus kasih sayang dalam kehidupan. Semua orang tua berharap hidup anaknya bahagia, karena itu tidak sedikit orang tua yang menumpahkan kasih sayang berbeda-beda sesuai kemampuan dan pendapatnya. Ada yang secara berlebih lebihan, disiplin, secara memberikan kebebasan dan sbg.

Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra, yang berarti perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang jatuh cinta atau pun sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemesraan juga meruapakan perwujudan dar cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai bakat dan kemampuannya.

Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal tsb dikarenakan pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.Tuhan adalah pencipta tetapi Tuhan juga penghancur segalanya bila manusia mengabaikan segala perintahnya.Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia harus memuja-Nya.Karena itu jelaslah bagi kita semua bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi, dan situasi. Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Bila setiap hari sekian kali manusia memuja kebesarannya dan selalu mohon apa yang kita inginkan, dan Tuhan selalu mengabulkan permintaan umat-Nya, maka wajarlah cinta manusia kepada Tuhan adalah cinta mutlak.

Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes dijelaskan ada tiga macam cinta. Cinta Agape ialah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Philia ialah cinta kepada ibu bapak (orang tua) dan saudara. Dan ketiga cinta Amor/eros ialah cinta antara pria dan wanita. Beda antara cinta eros dan amor ini ialah cinta eros karena kodrati sebagai laki-laki dan perempuan. Sedangkan cinta amor karena unsur-unsur yang sulit dinanar, misalnya gadis normal yang cantik mencintai dan mau dinikahi seorang pamuda yang kerdil. Cinta terhadap sesama merupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia. Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita. Cinta kepada Tuhan. Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah belas kasihan, karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya melainkan karena penderitaan nya. Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain.

Cara cara menumpahkan belas kasihan
Berbagai macam cara orang memberikan belas kasih bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan dan sebagainya.

Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang yang lainnya. Pada hakekat nya cinta kasih tersebut bersifat eksklusif bukan universal dan juga barang kali merupakan bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya. Pertama tama cinta kasih erotis kerap kali di campur baurkan dengan pengalaman yang explosif berupa jatuh cinta yaitu keruntuhan tiba tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sama lain. Tetapi seperti yang telah dikatakan, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekat nya hanyalah sementara. Keinginan sexsual menyatu kepada penyatuan diri, tetapi sekali kali bukan merupakan nafsu fisis belaka untuk meredakan tegangan yang menyakitkan. Keinginan sexsual dapat distimuli oleh ketakutan karena sepi.
Dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih keibuan. Ciri ciri eksklusiv dalam cinta kasih erotis ini perlu dibicarakan lebih lanjut. Kerap kali eksklusivitas dalam cinta kasih erotis disalah artikan dan disalah tafsirkan. Apabila cinta kasih erotis merupakan benar benar cinta kasih yang mempunyai suatu pendirian, yaitu bahwa seseorang sungguh sungguh mencintai dan mengasihi dengan jiwanya. Mencintai dan mengasihi seseorang bukan hanya merupakan perasaan yang kuat, melainkan merupakan suatu keputusan, suatu penilaian, dan suatu perjanjian. Apabila cinta kasih hanya merupakan perasaan saja, tidak ada dasarnya untuk saling berjanji akan mencintai dan mengasihi selama-lamanya, maka perasaan itu dapat timbul dan tenggelam. Dengan demikian maka baik pandangan bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan, kemauan, atau lebih tepat jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang satu juga tidak pada yang lain. Oleh karena itu, gagasan bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak bersukses didalam nya, merupakan gagasan yang sama sekali keliru dengan gagasan bahwa hubungan semacam itu dalam keadaan apapun tidak dapat diputuskan.